MENGAWAL PULAU-PULAU TERLUAR DIWILAYAH KOREM 033/WP

rem3

Sebelum melihat bagaimana kondisi pulau-pulau terluar yang ada di wilayah Korem 033/WP, agaknya saya perlu membuat ilustrasi penting bagaimana kita perlu memahami pentingnya pulau-pulau terluar atau menurut Pangdam I/BB  Mayjen TNI M Noer Muis ketika bertemu wartawan di Batam lebih senang menyebut pulau-pulau terdepan (Sijori Mandiri, 14/4).

Masih ingat dalam ingatan kita ketika  laga semi final antara Barcelona sang bertahan liga Champion  dapat dikalahkan oleh Inter Milan dengan angka cukup telak1-3, kemudian banyak yang memuji strategi pelatih Jose Morinho dalam mengamankan sektor pertahanan  Inter Milan dari kepungan Barcelona, bintang sekelas Lionel Messi hampir tidak punya keleluasaan dan ruang tembak yang baik termasuk rekannya yang lain untuk mampu menusuk ataupun menjebol pertahanan  lawan yang begitu rapat dari berbagai sudut wilayah pertahanan sehingga gawang Inter Milan sulit tertembus oleh serangan Barcelona. Dalam dunia sepak bola kerjasama yang solid dari garis  pertahanan yang kuat dan sulit tertembus lawan dan ditambah kepiawaian pemain untuk tahu kapan saat menyerang yang baik dengan mengoyak atau memamfaatkan sektor pertahanan lawan yang longgar atau lemah untuk menjebol gawang lawan adalah salah satu tolak ukur keberhasilan bermain dilapangan hijau.

Ilustrasi yang kita dapatkan dalam dunia sepak bola dalam bentuk sederhana tentu dapat kita bawa ketika kita memahami maupun mengkaji persoalan Pertahanan wilayah bangsa kita khususnya dalam mengamankan pulau-pulau terluar yang sesungguhnya memiliki potensi kerawanan apabila tidak terkawal dengan baik, artinya kalau kantong-kantong pertahanan wilayah pulau terluar kondisinya rapuh dan cendrung terabaikan pengawasannya,  tentu sisi lemah ini akan menjadi pintu masuk bagi pihak musuh atau orang dengan berbagai kelompok yang tidak senang dengan Indonesia untuk menanamkan pengaruh atau memamfaatkan kondisi pulau-pulau terluar tersebut untuk kepentingan mereka baik motif ekonomi, sosial dan pertahanan wilayah lebih banyak membawa kerugian bagi bangsa  ini. Kalau dalam sepak bola seringnya kebobolan gawang sebuah kesebelasan akibat tembok pertahan yang rapuh sehingga memudahkan lawan untuk memasukkan bola, artinya dalam konteks pengamanan wilayah khususnya pulau terluar sudah pasti diakibatkan oleh bentuk pertahan wilayah yang dibuat bangsa ini masih rapuh sehingga memudahkan musuh masuk dengan leluasa tanpa terkawal kewilayah kedaulatan NKRI. Sepanjang sistim pertahanan wilayah kita masih terus bermasalah maka sepanjang itu pulalah Negara ini kehilangan potensi kekayaan alam dan laut ataupun kejahatan transnasional dengan memamfaatkan batas wilayah sehingga dapat merugikan eksistensi bangsa apalagi dalam hal peningkatan kesejahteraan rakyat dalam ruang lingkup yang lebih besar.

PERTAHANAN PULAU TERLUAR

Kalau sistim pertahanan  wilayah khususnya terhadap pulau-pulau terluar sudah terkelola dengan baik dan efektif tentunya cerita tentang pulau-pulau seperti Sipadan dan Ligitan yang sudah lepas tangan ke Malaysia dari awal dapat diantisipasi, ataupun cerita pulau-pulau dan wilayah laut kita yang sering dijadikan transakasi ilegal atau pencurian kekayaan sumber daya alam dan laut dapat dieliminir karena negara ini punya kepedulian dalam menjaga setiap jengkal wilayahnya termasuk pulau-pulau terluar. Persoalannya dan menjadi pertanyaan bagi kita sudahkah Pertahanan wilayah khususnya terhadap pulau-pulau terluar seperti yang ada diwilayah Korem 033/WP di Kepulauan Riau ini terkelola dengan baik?.

Yang perlu diingat tugas mengamankan kedaulatan wilayah walaupun sudah menjadi amanat Undang-Undang bahwa TNI menjadi garda terdepan dalam pertahanan wilayah namun hanya dengan mengandalkan kekuatan TNI tanpa ada dukungan dan pengertian yang baik dari seluruh komponen bangsa  jelas sulit bagi TNI dalam menjalankan tugas pokoknya secara optimal dilapangan.

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki sekitar 17.506 pulau yang beberapa diantaranya merupakan pulau-pulau yang berbatasan dengan Negara tetangga atau dapat disebut dengan pulau perbatasan atau pulau terluar, seperti di Wilayah Korem 033/WP. Pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetanga sangat potensial menimbulkan konflik dan beberapa kali telah menimbulkan konflik antar dua Negara atau lebih.

Permasalahan yang ada pada pulau terluar atau terpencil di Indonesia antara lain masalah kepemilikan. Pulau yang terluar yang cenderung terpencil akan menimbulkan suatu klaim terhadap kepemilikan pulau tersebut. Masalah yang kedua yaitu physical presence yaitu kehadiran fisik dari pemerintah misalnya bangunan yang menandakan kepemilikan Indonesia. Yang ketiga yaitu masalah social ekonomi, letak pulau yang jauh dari pusat pemerintahan akan menyebabkan keadaan sosial ekonomi tidak terurus misalnya saja masalah mata uang, kadangkala terjadi mata uang yang digunakan pada pulau terluar merupakan mata uang negara tetangga dan bukan mata uang rupiah. Masalah yang keempat yaitu letak pulau yang jauh sehingga pemeliharaan terhadap pulau-pulau tersebut sangat kurang. Permasalahan permasalahan tersebut perlu segera ditanggulangi secara terencana meliputi inventarisasi, pengelolaan, dan pengembangan pulau-pulau utamanya pulau terluar yang merupakan daerah perbatasan dengan negara tetangga. (ugm. Co. Id, 21/1)

PULAU-PULAU TERLUAR DI WILAYAH KOREM 033/WP

Kepulaun Riau dengan luas wilayah terdiri dari 95,67% merupakan lautan dan 4,33% daratan dengan bentuk pulau-pulau yang tersebar, sebagian ada pulau yang berpenghuni dan ada yang masih kosong tidak berpenghuni. Dari data yang ada khusus di wilayah ini terdapat 10 pulau-pulau terluar yang menjadi titik perhatian dan pengawasan Korem 033/WP yang memiliki tugas mengamankan dan memberdayakan kedaulatan wilayah di matra darat, kesepuluh  pulau itu adalah. (1) Pulau Sentut (2) Pulau Tokong Malang Biru (3) Pulau Damar (4) Pulau Mangkai
(5) Pulau Tokong Nanas(6) Pulau Tokong Belayar(7) Pulau Tokong Boro(8) Pulau Semiun (9) Pulau Sebetul (10) Pulau Sekatung.
Letak wilayah yang sangat strategis karena berada pada lintas perairan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan juga berada pada perbatasan dengan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam dan Thailand. Kondisi geografis yang begitu luas menyebabkan Kepulauan Riau termasuk daerah yang memiliki   kerawanan   terhadap  stabilitas  keamanan wilayah, selain berada pada jalur Selat Malaka juga sebagai    satu   lintas   laut  Internasional yang rawan terhadap kejahatan lintas negara seperti penyeludupan barang, senjata, amunisi, bahan peledak juga rawan terhadap penyeludupan manusia, imigran gelap, narkoba, penangkapan ikan secara ilegal dan bentuk-bentuk kejahatan terorganisir lainnya. Pada sisi lain Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan beberapa negara berpeluang terhadap konflik perbatasan negara, yang dapat mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Disisi lain Letak geografis wilayah Kepri yang berada pada perbatasan pusat bisnis dan Keuangan Asia Pasifik yaitu Singapura dan Malaysia menempatkan Provinsi Kepri sangat strategis bagi pertumbuhan ekonomi wilayah, tidak saja menjanjikan bagi kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat, juga signifikan bagi peningkatan devisa negara.Selain itu, kekayaan alam yang potensial seperti minyak bumi,  timah,  pasir, batu granit,  bouksit,   gas alam serta potensi ikan yang melimpah menjadikan Provinsi Kepri, pusat perhatian investor asing dan berbagai perusahaan manca negara.

Potensi geografis dan potensi ekonomi yang sangat strategis akan menjadi berkah sekaligus menjadi sumber kerawanan. Disebut “berkah” karena akan dengan cepat merespon dan mengakses berbagai kemajuan dari berbagai negara-negara tetangga untuk percepatan pembangunan dan kemajuan masyarakat. Pada sisi lain dapat menimbulkan “kerawanan sosial” dikarenakan ketimpangan ekonomi dan perbedaan tingkat pendapatan sehingga munculnya disharmonisasi sosial ditengah-tengah masyarakat, jika tidak dikelola dengan tepat akan memicu keresahan dan konflik komunal. (Pangdam I/BB pada Forum Komunikasi Litbang Pertahanan di Umrah, 1/8/09).

UPAYA DAN MASUKAN BERSAMA

Mengingat begitu besarnya wilayah pulau terluar yang dimiliki Korem dikaitkan dengan potensi kerawanan dan ancaman maka semakin jelaslah betapa besar tantangan bagi prajurit yang menjalankan tugas di wilayah ini terutama pada pengamanan pulau-pulau terluar. Kalau memang negara ini, tidak menginginkan  kehilangan tongkat keduakalinya, maka hal-hal yang bersifat sensitif terhadap munculnya konflik perbatasan atau bahkan akan hilangnya beberapa wilayah negara ini, akibat kelengahan atau kelalaian, maka sudah saatnya negara lebih serius dalam memperhatikan dan mengelola daerah perbatasan.

Upaya itu tentu dengan melibatkan seluruh elemen potensi bangsa, dari pemberdayaan ekonomi  dalam bentuk pengelolaan seluruh potensi wilayah serta membuat sentra-sentra ekonomi dan tersedianya fasilitas umum dan sosial, sehingga memungkinkan masyarakat hidup di daerah perbatasan ataupun di pulau terluar dapat hidup secara wajar.

Mendirikan pos-pos perbatasan ditempat-tempat yang berpotensi rawan penyusupan dan terbukanya peluang untuk kejahatan transnasional harus bisa dilihat dan dicermati, jangan sampai kecolongan akibat tidak terdeteksi dari awal sehingga penyusupan dan kejahatan leluasa masuk wilayah Indonesia.

Untuk itu Korem 033/WP dalam kontesk tugasnya telah melakukan beberapa hal penting, secara internal Korem lewat kerjasama lintas koordinasi antar elemen bangsa yang berada diwilayah Kepri selalu menjalin silaturahmi sambil mengalang misi untuk membuka mata dan kesadaran baru bagi masyarakat untuk peduli dengan kondisi pulau-pulau terluar, (Hal ini telah saya lakukan ketika bertemu aparat Muspida Kepri baik di Batam, Natuna dan terakhir pertemuan dengan Muspida Tanjung Balai Karimiaun, 4/5).    Kemudian mendorong aparat Pemda agar mengupayakan pulau-pulau terluar ada masyarakat yang menghuni atau paling tidak dipatroli disamping dijaga aparat TNI selama ini terus dilakukan, bahkan Pemkab Tbk atau Pemkab Natuna memberikan subsidi dan suplayan kebutuhan pokok agar masyarakat tidak berpindah tempat tinggal, keberadaan aparat TNI seperti di Pulau Tokong Hiu dan Sekatung tentu memberi peran penting dalam pemberdayaan masyarakat di Perbatasan.

Hal lain yang dilakukan saat ini adalah, khusus di pulau Sekatung Korem 033/WP mendapat tanggung jawab membuat patung tokoh masyarakat setempat yang dipasang di batas pulau terluar sebagai upaya untuk memberi tanda bahwa pulau tersebut milik NKRI, sebab untuk pulau Sekatung tidak jarang daerah ini sering menjadi alur laut penting bagi nelayan Thailad, Vietnam yang terkadang melewati batas wilayah teritorial Indonesia. Bahkan berita Kapal Angkatan Laut Amerika sering melewati wilayah tersebut sering dilaporkan karena dianggap sebagai zona bebas.

Persoalan internal tentu tidak boleh dilupakan kondisi Korem dengan personil dan alusista yang belum menjawab tantangan zaman seperti sekarang dibanding dengan luas wilayah serta jumlah penduduk yang harus diamankan , maka sangat sulit bagi untuk melakukan tugas pertahanan pulau-pulau terluar, namun itu tentu menjadi sebuah alasan bagi Korem untuk memberikan yang terbaik dalam tugas, disamping koordinasi tetap perlu dijaga maka pembenahan dan perbaikan terhadap prajurit yang bertugas di pulau terluar menjadi fokus penting Korem. Penekanan Pangdam I/BB “kita jangan hanya bisa menugaskan prajurit tapi juga harus memberikan perhatian terhadap prajurit yang bertugas dipulau terluar” tentunya akan menjadi pedoman kita dalam menjaga semangat dan moril prajurit Korem yang sedang bertugas di Pulau terluar seperti yang dilakukan Ki C Yonif 134/TS di Sekatung.

Tentunya Korem akan terus menerima masukan dan jalinan kerja sama  dari berbagai pihak sehingga kedepan konsentrasi tugas Korem dalam menjaga pulau-pulau terluar diwilayah Kepri akan menunjukkan perkembangan yang lebih baik, sambil berharap masyarakat yang cinta dan sadar pentingnya menjaga kedaulautan bangsa ini dari berbagai ancaman dan pengaruh asing terus meningkat jumlahnya sehingga patriotisme bangsa dan semangat bela negara tidak mengalami degradasi seperti yang dikuatirkan saat sekarang dimana rasa berbangsa dan bernegara sebagian masyarakat kita cendrung menipis. (Penulis adalah Danrem 033/WP)

Iklan

2 responses to “MENGAWAL PULAU-PULAU TERLUAR DIWILAYAH KOREM 033/WP

  1. semangat untuk para ksatria penjaga pulau terluar, pulau terdepan, wibawa negeri ini ada di pundak rekan-rekan.

    • Trima kasih atas apresiasinya, bangsa yang besar dan luas wilayahnya ini memang butuh sebuah kerja sama yang solid dan kompak antar anak bangsa, TNI tanpa ada dukungan dan partisipasi seluruh komponen tentu akan sulit dalam bekerja, kekuatan TNI adalah bersama rakyatnya.