HANYA DEMI BANGSANYA KETULUSAN PENGABDIAN PRAJURIT (Renungan dalam Hari TNI AD)

Oleh : Rizal

Hari Juang Kartika TNI AD di Korem 033/WP

Sejenak kita melintas kemasa lalu, sambil merenung di Hari  Juang Kartika TNI AD ini  tentang bagaimana lahir dan berdirinya TNI , boleh dikata sarat dengan makna perjuangan, tidak pernah terlontar, bahkan terpikir perjuangan yang dilakukan para pendahulu TNI untuk mencari keuntungan-keuntungan tertentu, semuanya dilakukan tulus demi bangsa dan negaranya.

Ketegasan sikap patriotik tentara itu tergambar dalam amanat Pangsar Jenderal Soedirman dan ini pulalah yang di ingatkan Kasad Jenderal TNI George Toisutta dalam amanat Hari Juang Kartika TNI AD 2010 “Ingat bahwa prajurit Indonesia bukanlah prajurit sewaan, bukan prajurit yang menjual tenaganya karena merebut sesuap nasi, dan bukan pula prajurit yang sudah dibelokkan haluannya karena tipu nafsu kebendaan, tetapi prajurit Indonesia adalah dia yang masuk kedalam tentara karena keinsyafannya atas panggilan Ibu Pertiwi dengan setia membaktikan raga dan jiwanya bagi keluhuran bangsa dan negara”.

Beruntung kita prajurit TNI mewarisi sejarah demikian, dan setidaknya kita yang menjadi penerus TNI saat ini, punya pedoman, arah dan dokrin yang tidak terputus semenjak kelahiran sampai berprosesnya hingga kini bahwa TNI adalah tentara pejuang, tentara rakyat, tentara profesional, dan tentara profesional.

Kalau mengacu pada pesan penting Pak Dirman diatas, maka ada dua point penting yang dapat diambil Pertama Prajurit TNI bukanlah prajurit bayaran Kedua Prajurit TNI harus bisa menjaga tekad dan tujuannya yang hanya demi bangsa dan negara. Pertanyaanya sekarang, warisan dokrinal sejarah TNI seperti yang diucapkan Pak Dirman diatas masihkah kita pegang teguh, atau zaman telah mempengaruhi pola berpikir dan ketulusan prajurit dalam mengabdi?.

Kalau kita pahami konteks amanat diatas, ini mungkin dapat dirumuskan, ini adalah sebuah pertanyaan yang jawabannya terpulang kepada prajurit dalam bentuk perenungan diri, hanya masing-masing diri yang bisa menjawab, masihkah kita setia dengan komitment TNI yang hanya berbuat demi bangsa atau sesuatu yang dikuatirkan oleh bapak TNI itu sudah terjadi artinya kita sudah berpaling dengan visi dan misi yang telah dibuat?

Dizaman seperti sekarang kehidupan itu katanya memang terasa sulit, mungkin kita tidak membayangkan pengaruh budaya kemajuan global bisa mengoyahkan sendi-sendi yang telah dibuat dan mengelincirkan kita untuk keluar dari arah perjuangan yang telah digariskan, artinya disaat tuntutan pemenuhan kebutuhan prajurit yang belum memadai ini, disaat yang lain fokus pikiran prajurit berbuat demi bangsa menjadi terbelah dua.

Kita tentu memberikan rasa hormat, jika prajurit disaat godaan yang begitu hebatnya, kemampuan negara yang masih terbatas ia mampu menjaga prilaku dan arah perjuangan hanya tulus demi bangsa dan negaranya, dengan tidak terbetik sedikitpun niat untuk mengkhianati janjinya kepada bangsa dengan merendahkan martabat atau menodai citra TNI dengan prilaku yang tidak terpuji.

Terhadap hal-hal yang membuat prajurit bisa menjaga diri dan prilaku keprajuritannya dengan tetap disiplin,loyal dengan tugas serta menhindari berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin, maka kesemuanya itu tentu kita patut menaruh rasa hormat yang sesungguhnya.

Ketulusan pengabdian yang hanya demi bangsa adalah perkara yang gampang diucapkan yang persoalannya belum tentu tergambar dalam prilaku dan tindakan, terbukti kenapa masih ada oknum prajurit yang melanggar hukum dan displin dengan berbagai sebab yang tidak jelas yang pada akhirnya menganggu pencitraan TNI ditengah masyarakat, semoga kita menjadi bagian prajurit yang tulus dalam pengabdiannya, amin ….Selamat Hari Juang Kartika TNI AD 2010 ( Tanjungpinang, 15 Desember 2010)

Iklan

One response to “HANYA DEMI BANGSANYA KETULUSAN PENGABDIAN PRAJURIT (Renungan dalam Hari TNI AD)

  1. Semoga TNI AD dapat berada ditengah hati rakyat dan memegang teguh komitmentnya dalam menjaga bangsa ini….