UPACARA BENDERA 17 AN KOREM 033/WIRA PRATAMA

upcr1

Upacara pengibaran bendera yang  secara rutin dilaksanakan pada tanggal 17 setiap bulannya  memiliki makna penting, sebagai upaya untuk mengingatkan Prajurit dan PNS pada romantisme dan heroisme  perjuangan para generasi pendahulu, yang telah melahirkan NKRI  pada 17 agustus 1945, sehingga memotivasi kita untuk terus mengisi kemerdekaan melalui pembagunan Nasional. disamping itu juga sebagai sarana Komando guna menjalin komunikasi antara pimpinan, staf dan anggota agar, setiap kebijakan, instruksi, petunjuk dan informasi dapat mengalir dan dipahami secara seksama.   TNI harus berpartisipasi aktif dalam mendukung terciptanya rasa aman dikalangan masyarakat, walaupun amanat Undang-Undang menetapkan tugas pokok TNI untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI, namun undang-undang juga mengamanatkan bahwa TNI berkewajiban untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dari berbagai ancaman termasuk aksi terorisme dan konflik komunal yang ada sesuai dengan amanat PanglimaTNI Laksamana TNI Agus Suhartono SE. pada tanggal 18 Februari 2013 yang dibacakan oleh Irup Kasilog Korem 033/WP Letkol Inf Isdon Handoko dengan atensi dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, pada saat pelaksanaan upacara yaitu :

Pertama, Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa,  sebagai wujud amaliah nyata dari sapta marga dan sumpah prajurit, sekaligus sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas.


upcr2

upcr3

Kedua, Jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas, baik internal satuan dan antar angkatan maupun dengan kepolisian republik indonesia, serta seluruh komponen bangsa lainya sebagai fondasi terwujudnya soliditas dan solidaritas Nasional.

Ketiga, Pegang teguh dan amalkan komitmen “Netralitas TNI” dalam menyikapi dinamika kehidupan politik, dan dalam menangani persoalan sosial dengan mengedepankan “keterpaduan, koordinasi dan komunikasi” dengan segenap instansi terkait.

Keempat, Pegang teguh disiplin dan loyalitas, serta amalkan secara nyata setiap butir “Delapan wajib TNI”, ditengah kehidupan masyarakat yang sedang mengalami dinamika perubahan. hormati setiap nilai “kearifan lokal” dimanapun para prajurit dan pns tni bertugas dan berada, guna semakin memantapkan “Kemanunggalan” TNI-Rakyat”, di atas semangat bhineka tunggal ika. eleminasi tindakan primitif, brutal, main hakim sendiri, sikap reaktif berlebihan, sehingga tidak perlu terjadi lagi tindak kekerasan yang dapat menciderai “Kemanunggalan”TNI-rakyat”.

Kelima, Laksanakan optimalisasi peran tni dalam konteks pemberdayaan wilayah pertahanan, wilayah perbatasan dan pulau terdepan secara terkoordinasi bersama pemerintah daerah, kementerian pemberdayaan daerah tertinggal, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan instansi terkait lainnya di daerah, dalam rangka membantu percepatan pembangunan nasional, khususnya pembangunan yang dapat menyentuh langsung kepada kebutuhan masyarakat.

            Selesai pelaksanaan upacara dilanjutkan latihan Defile di depan Makorem 033/WP untuk mengasah kembali norma prajurit melalui latihan baris-berbaris yang dilaksanakan setiap selesai upacara..> penrem033wp

Iklan

Komentar ditutup.