Yonif 134 / TS Melaksanakan Operasi Lawan Insurjen Di Wilayah Batam

ascKOREM 033/WIRA PRATAMA (13/12).  Perkembangan globalisasi juga telah meningkatkan rasionalisasi dan pergeseran sistem nilai kehidupan masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang seperti tuntutan akan keterbukaan dan demokratisasi sebagai implikasinya adalah semakin meluasnya konflik kepentingan yang  bersumber pada pertentangan suku, etnis, agama serta nasionalisme, sehingga mendorong berkembangnya issu radikalisme, pemberontakan dan separatisme.

Mencermati kondisi keamanan di wilayah  Prov. Riau dan Kepulauan Riau yang semakin memburuk Gubernur Prov. Riau dan Riau melaksanakan rapat Muspida. Dalam rapat tersebut disimpulkan, bahwa wilayah Prov. Riau dan Kepulauan Riau telah terjadi instablitas keamanan yang mengganggu roda pemerintahan. Jumat(13/12)

Berdasarkan hasil rapat Muspida, Gubernur Prov. Riau Setelah memperoleh persetujuan politik dari DPR-RI selanjutnya Presiden memberlakukan keadaan darurat sipil di wilayah Riau dan Kepulauan Riau mulai 100600 OKT 201A selama 6 bulan, dan memerintahkan Panglima TNI untuk melakukan tindakan tegas terhadap kelompok radikal di wilayah Kepri.

Sesuai dengan perintah satuan Komando atas, Yonif 134/TS sebagai satuan tempur di wilayah Kepri melaksanakan operasi lawan insurjensi diwilayah batam komplek yaitu di Sei Beduk , Sekupang dan Bulang Komplek, selama 6 bulan dalam rangka melumpuhkan dan menghancurkan kelompok pemberontak bersenjata secara serentak  yang terdiri dari Front Politik, Front Bersenjata dan Front Klandestin di kota Batam.

Dari hasil pentahapan operasi selama 6 bulan di wilayah Sei Beduk komplek , Kipan – A Yonif 134/TS melaksanakan  penyergapan terhadap kelompok pimpinan insurjen seperatis di KV.8722 dan berhasil menghancurkan serta melumpuhkan seluruh kelompok Insurjen yang diketahui sebagai markas besar dari kelompok Insurjen di wilayah sei beduk.  Kipan – B melaksanakan patroli dan baku tembak di wilayah Sekupang KV.9020 berhasil menghancurkan insurjen, Pleton II Kipan – B melaksanakan penyergapan di KV.8916 dengan hasil menewaskan salah satu tokoh penting pemimpin Insurjen. Sementara  Kipan – C  melaksanakan pengejaran terhadap kedudukan musuh di wilayah Nongsa, dan posko Komando Utama pun segera dipindahkan untuk mempermudah komunikasi dengan Komando pasukan, dan hasil akhir dari pengejaran terhadap seperatis, Kipan –  C berhasil menghancurkan sisa seperatis yang melarikan diri ke wilayah Nongsa serta menangkap seluruh gerakan bersenjata sebagai pasukan pengacau di wilayah Batam.

Dari hasil Konsolidasi,  pasukan Yonif 134/TS berhasil menghancurkan kelompok Insurjen di wilayah Batam dengan keuntungan beberapa senjata  direbut dari kelompok Insurjen , dokumen rahasia, menangkap sisa kelompok  insurjen yang menyerah serta berhasil menewaskan  pemimpin Insurjen dalam operasi melawan Insurjen di wilayah Batam.

Semua cerita drama perang-perangan tersebut merupakan bagian dari skenario latihan Geladi Posko II Yonif 134/TS. Latihan Geladi Posko II yang dilaksanakan merupakan latihan untuk menguji kemampuan dan keterampilan Komandan, para Staf serta unsur pelayannya yaitu Kompi Markas dalam proses menentukan keputusan dalam suatu operasi dan perpindahan Kotis, serta menguji ketangkasan para anggota yang tergabung dalam Kompi Markas dalam menyelesaikan permasalahan sesuai dengan bidangnya. (penrem033wp)

Komentar ditutup.