Danrem 033/WP Brigjen TNI B. Zuirman hadiri acara Festival Sungai Carang dalam rangka HUT ke 230 Kota Tanjungpinang

Presentation1KOREM 033/WIRA PRATAMA  (31/12).  Danrem 033/WP Brigjen TNI B. Zuirman  menghadiri acara Festival Sungai Carang Festival jejak sejarah yang disempenakan dengan hari jadi ke-230 Kota Tanjungpinang dibuka oleh Gubernur Kepri Muhammad Sani dilanjutkan pawai sejarah, menapak tilasi aliran hulu sungai Riau, tempat awal mula Riau. Bertempat di  jembatan Engku Putri sungai carang.  Selasa (31/12)

Pukulan kompang Gubernur Kepri Muhammad Sani menandai keriuhan bertajuk Festival Sungai Carang 2014 yang dimulai hari ini sampai tanggal 6 Januari 2014. Festival Sungai Carang 2014 merupakan keriuhan kedua, setelah keriuhan pertama yang berlangsung 341 tahun yang lalu. Saat itu, pada tahun 1672, Laksamana Johor Tun Abdul Jamil dititahkan untuk membangun sebuah negeri oleh Sultan Abdul Jalil Syah. Maka Tun Abdul Jamil pun berlayar hingga ke Bintan, dan membuka kesultanan baru di Sungai Carang. Tidak hanya sekadar membangun kesultanan, Tun Abdul Jamil juga berhasil menyulap hulu sungai yang semula lengang, menjadi bandar dagang yang membuat banyak kapal dagang dari segara penjuru berlabuh di sana. Saking riuhnya bandar dagang tersebut, para pedagang menamai Sungai Carang sebagai ‘riuh’, hingga menjadi Riau yang dikenal sekarang.

Keriuahan macam itu yang akan dimulai pada pagi ini. Sebelum pawai menapak tilas sejarah dimulai, akan diperdengarkan gemuruh tabuh kompang oleh 230 siswa yang akan berbaris memanjang di atas Jembatan Engku Puteri. Lalu, sebagai tanda kehormatan, tetua adat dari Lembaga Adat Melayu akan menaburkan beras kunyit ke arah perahu yang sudah berbaris memanjang. Penaburan ini dilakukan di sela-sela 230 siswa menabuh kompang seraya membacakan barzanzi.

Sementara di bawah jembatan, akan ada satu replika perahu perang bertipe penjajab bernamakan Bulang Linggi, yang akan memimpin pawai perahu hias 10 kampung yang berada di sepanjang hulu sungai Riau. Bulang Linggi sendiri merupakan penjajab perang yang digunakan Yang Dipertuan Muda IV Riau Lingga Raja Haji Fisabilillah untuk menumpas Belanda. Nantinya, orang nomor satu di Kepri, Gubernur Sani akan memimpin pawai sejarah itu dengan menaiki replika Bulang Linggi. (penrem033wp)

Iklan

Komentar ditutup.