CERITA PAGI HARI DISIMPANG BARELANG

aKOREM 033/WIRA PRATAMA (17 APRIL).  Sekelompok Perampok  Hasan  dan kawan-kawannya menyusun rencana  merampok Bus Kota melalui rute trans Barelang, Batam. Mereka bermaksud membuat skenario agar seolah-olah perampokan itu dilakukan orang luar dan tak melibatkan mereka, dengan aksi sekelompok perampok lain yang sudah menanti dalam melakukan aksinya di pertigaan lampu merah Barelang. Mereka ingin kaya dengan cara cepat dan sangat sadis. tetapi mereka tak mengira bahwa rencana yang semula terlihat sempurna itu ternyata masih memiliki celah.Jumat (18/4)

Pagi haripun tiba, Hasan bersama kelompoknya mulai menjalankan aksinya dengan target bus kota yang sudah di rencanakan. Tepatnya disimpang Cipta Asri,Barelang, Hasan bersama 2 orang temannya memberhentikan bus kota layaknya seperti penumpang umum, setelah Bus kota berjalan menuju jalur simpang Tembesi, Hasan dan kelompoknya langsung menodongkan senjata tajam kearah penumpang lainnya, tersentak dengan suara jeritan ketakutan penumpang berteriak minta tolong. Dua orang rekannya langsung menjaga pintu dan mengancam supir bus Kota untuk tetap berjalan sesuai jalur.

Tanpa disengaja ketika bus kota mendapati lampu merah simpang tembesi, 2 orang prajurit Yonif 134/TS sedang melintas di persimpangan lampu merah dengan tujuan untuk melaksanakan apel pagi di Markas Yonif 134/TS, Barelang. Terlintas terdengar suara teriakan meminta tolong dari dalam Bus Kota yang sedang berhenti di lampu merah  tembesi. Awalnya Prajurit menduga kalau hanya itu suara dari musik bus kota, tetapi setelah mendengar beberapa kali, 2 orang Prajurit Yonif 134/TS langsung menghentikan kendaraannya dan mengecek kendaraan bus kota  tersebut.

Dengan 1000 langkah pasti , prajurit Yonif 134/TS berhasil menyusup ke dalam Bus kota tersebut dan menggagalkan aksi perampokan Hasan dkk melalui pertarungan sengit  bela diri , yang menjadi kemampuan pokok yang dimiliki oleh Prajurit Yonif 134/TS. Rencana yang semula terlihat mulus pun akhirnya berakhir berantakan dan tak lagi bisa dikendalikan sehingga perampokan didalam Bus Kota dapat digagalkan.

Sekelompok Perampok mulai berusaha untuk melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri, perlawanan dilakukan oleh perampok dengan sangat kejam dan sadis, jeritan dari para penumpang semakin keras dengan rasa takut yang mencekam, bahkan senjata tajam dari perampok mulai beraksi untuk melakukan perlawanan terhadap prajurit Yonif 134/TS.

Namun dengan bekal ilmu bela diri dan kelihaian yang dimiliki oleh prajurit Yonif 134/TS, mampu bertahan dan menyelamatkan seluruh penumpang bus dari aksi perampokan, serta dengan semangat dan jiwa patriot yang tinggi, kelompok Hasan dkk gagal dalam melakukan aksi perampokannya.

Hingga akhirnya Hasan dkk, terlempar keluar bus kota dan tak bardaya. Masyarakat disekitarpun melihat aksi kejadian tersebut dan turut membantu dalam aksi perampokan Hasan Dkk.

Cerita diatas merupakan skenario kegiatan Demonstrasi Prajurit Yonif 134/TS dalam pemberantasan tindak Kriminalitas yang saat ini sedang berkembang khususnya di Kota Batam. Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka Serah terima Jabatan Danyonif 134/TS tahun 2014.(penrem033wp)

Komentar ditutup.