Anggota Makorem 033/WP Saksikan Pengarahan KASAD

Presentation1Kasrem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Sudarmadi S. Sos, memberikan Jam Komandan bertempat di Auning Makorem 033/WP yang diikuti oleh seluruh anggota Makorem, Subdenpom dan KI E Yonif 134/TS. Pada jam komandan tersebut Kasrem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Sudarmadi S. Sos menjelaskan tentang kegiatan pememutaran Video latihan Komando Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo untuk disaksikan oleh seluruh anggota Korem, dengan harapan para Prajurit TNI AD akan dapat mengambil pelajaran, mendapatkan dorongan motivasi dan inspirasi dalam melanjutkan tugas sebagi prajurit yang tangguh. Setelah pemutaran Video pelaksanaan latihan komando Kepala Staf TNI AD yang dilaksanakan pada bulan September 2014 yang lalu Kasrem membacakan Pokok-pokok pengarahan diantaranya :
a. Tahun 2015 bagi prajurit TNI AD adalah tahun Konsolidasi dimana jajaran TNI AD juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan rangkaian pelaksanaan agenda politik Nasional.
b. Secara politik TNI AD tidak terlibat langsung dan telah dapat membuktikan netralitasnya dengan sangat baik pada seluruh rangkaian agenda politik nasional.
c. Dua (2) hal yang harus dilaksanakan oleh jajaran TNI AD Yakni :
1) Kedalam : Meningkatkan kegiatan pembinaan satuan (Binsat).
2) Keluar : Melaksanakan Serbuan Teritorial.
d. Meningkatkan Binsat.
e. Satpur dan Satbanpur melaksanakan program kegiatan terutama dibidang latihan, dalam rangka upaya peningkatan kemampuan satuan termasuk kemampuan perorangan Prajurit TNI AD.
f. Dalam rangka meningkatkan kualitas Prajurit maupun satuan TNI AD telah dimulai dilaksanakan latihan Raider untuk 12 Yonif dan akan dilaksanakan peningkatan kemampuan satuan Yonif Linud Kostrad menjadi Yonif Para Raider yang berkemampuan Linud, Raider, Ranger dan OLI.
g. Untuk peningkatan Prajurit kepada Satpur dan Satbanpur diwajibkan untuk seluruh Prajurit baik Perwira, Bintara maupun Tamtama memiliki kemapuan BDM hingga berkualifikasi sabuk hitam atau Dan I.
h. Pentingnya kesungguhan dalam pelaksanaan latihan apapun, hal ini menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar oleh setiap Prajurit.
i. Sebagaimana telah disaksikan bersama pada video latihan Komando Kepala Staf Angkatan Darat, dalam sebuah latihan tidak ada bedanya antara Jenderal dan Prajurit Dua sekalipun. Ini bukan sekedar ungkapan basa basi dari Atasan kepada Bawahan. Kepala Staf TNI AD telah memberikan dan menjadi contoh teladan nyata kepada semua Prajurit bahwa seorang Jenderal bintang 4 sekalipun, ketika melaksanakan latihan harus melakukan dengan penuh semangat dan kesungguhan, serta sepenuhnya mengikuti apa yang diperintahkan oleh setiap pelatih tanpa terkecuali.
j. lakukan latihan dengan penuh kesungguhan, semangat tinggi serta kehendak untuk menjadi Prajurit dengan profesionalitas terbaik.
k. Untuk program kegiatan keluar diprioritasnkan kepada pelaksanaan Serbuan Teritorial.
1) Mengoptimalkan pelaksanaan Binter, untuk menyentuh seluruh kehidupan masyarakat.
2) Manfaat Binter dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
3) Implementasi Serbuan Teritorail sesuai Program Kerja dan Anggaran TNI AD, dilaksanakan melalui optimalisasi penerapan metode Binter dalam bentuk kegiatan KOMSOS, Penwanra dan Bhakti TNI.

Iklan

Komentar ditutup.