Pelantikan KSAD Letnan Jenderal TNI Mulyono di Istana Negara

Presentation1Presentation1Korem 033/Wira Pratama, Kamis, 16/07, Pelantikan Letnan Jenderal TNI Mulyono sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang naik jabatan menjadi Panglima TNI. Letnan Jenderal TNI Mulyono mengaku akan memprioritaskan kemampuan dasar keprajuritan. dalam memulai tugas barunya sebagai KSAD, “Semua akan berjalan secara simultan, tetapi program KSAD yang lama adalah konsolidasi, dalam hal ini adalah meningkatkan kemampuan dasar keprajuritan,” ujar Letnan Jenderal TNI Mulyono di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7). Program-program yang akan ia jalankan sebenarnya sudah diprediksi oleh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, sehingga ia hanya tinggal melanjutkan apa yang telah diprediksikan itu.
Sementara soal hubungan TNI dan Polri, KSAD menilai tidak ada masalah. Permasalahan yang terjadi di antara kedua lembaga penegak hukum itu selama ini, menurut dia, merupakan perbuatan oknum, sehingga tidak seharusnya dikait-kaitkan. “Atau mungkin itu kejadian kriminalitas murni,” dan KSAD telah menyampaikan kepada satuan bawah agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. KSAD juga menegaskan, prajurit Angkatan Darat siap mengamankan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 mendatang. “Apapun yang diminta oleh unsur-unsur terkait, KSAD akan siap membantu. Prinsip adalah harus aman,” ujar KSAD.

Letnan Jenderal Mulyono dilantik jadi KSAD berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 54/TNI/2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat. Keppres ini ditetapkan pada 14 Juli 2015 dan berlaku sejak KSAD dilantik. Acara pelantikan digelar di Istana Negara dihadiri oleh jajaran petinggi ketiga matra TNI beserta para menteri Kabinet Kerja. Letnan Jenderal TNI Mulyono Sebelumnya adalah Panglima Kostrad. (Penrem 033/WP).

Komentar ditutup.