SILATURAHMI DANREM 033/WP BERSAMA KETUA PEPABRI

Presentation1.jpgAcara Pertemuan Silaturahmi Komandan Korem 033/Wira Pratama dengan Ketua PPAD, Ketua PEPABRI, Ketua LVRI, Ketua PIVERI, Ketua PERIP, Ketua PPM, Ketua FKPPI, Wara Kawuri Serta Anggota Keluarga Besar TNI (KBT) Kepulauan Riau  Acara yg di hadiri Kasi Korem 033/Wira Pratama, Dandim 0315/Bintan dan Perwira Jajaran Korem 033/Wira Pratama tersebut, Komandan  Korem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kunjungan para sesepuh  TNI di Makorem 033/Wira Pratama, semoga dalam suasana penuh keakraban dan silaturahmi tersebut akan semakin terjalin hubungan yang erat di antara semua Keluarga Besar TNI yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Pada acara tersebut Danrem juga menyampaikan dengan melalui acara silaturrahmi tersebut diharapkan dapat memacu lahirnya semangat baru dalam melakukan pembinaan terhadap segenap warga kbt provinsi kepulauan riau menuju terwujudnya kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara di masa-masa mendatang. Peningkatan kualitas pengabdian harus menjadi komitmen yang kuat di dalam hati sanubari setiap warga kbt provinsi kepulauan riau, sehingga dapat menumbuhkan tekad dan semangat pengabdian, serta tetap setia kepada negara kesatuan republik indonesia. Hubungan tni-polri dengan organisasi kbt merupakan hubungan antar institusi yang mempunyai kesamaan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, secara profesional dan proporsional memfokus-kan diri sesuai peran dan fungsinya, sama sekali tidak bersinggungan dengan gelanggang politik praktis. Tetapi disisi lain harus diakui, bahwa tni/polri dengan kbt secara psikologis maupun emosional mempunyai hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan oleh siapapun dengan alasan apapun. Karena secara historis dan psikologis kbt sebagai orang tua atau senior kami, telah berhasil meletakkan nilai-nilai dasar perjuangan dan kerangka dasar negara kesatuan republik indonesia. Sebagai bangsa yang besar dengan segala keberagamannya, telah men-dorong semangat perjuangan warga kbt untuk bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya membangun bangsa ini. Semangat itu perlu kita wariskan kepada generasi sekarang dan generasi masa yang akan datang. Tanpa semangat kebersamaan, maka lama kelamaan bangsa dan negara ini akan tercabik-cabik dan kembali akan “dijajah” negara lain, sadarilah bahwa penjajahan global bukan hanya penjajahan dalam bentuk adu fisik dan angkat senjata melainkan juga melalui intervensi budaya yang mana dalam istilah tni ancaman saat ini kita sebut dengan proxy war, dimana musuh yang kita hadapi tidak terlihat namun digerakkan oleh aktor dari segala bidang. Saya juga ingin mengingatkan kembali kepada kita semua ten­tang ancaman ter-hadap ideologi pancasila. Isu munculnya kembali gerakan komunisme baru di indonesia, salah satu indikatornya antara lain dimunculkanya kembali simbol-simbol partai komunis indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut di atas kepada ketua beserta pengurus kbt provinsi kepulauan riau saya harapkan agar tidak bosan-bosannya dalam menyemai dan menghidupkan kembali semangat nasionalisme bangsa yang mulai koyak, redup dan menipis. Saya yakin meskipun bapak-bapak sudah purna tugas dari institusi tni/polri, semangat nasionalisme dan patriotisme tetap masih bergelora dalam jiwa, selain itu saya juga yakin dan percaya bahwa semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan senantiasa aktual diperlukan dalam suatu negara. (Penrem 033/WP).

 

Iklan

Komentar ditutup.