GUB KEPRI DR. H. NURDIN BASIRUN & DANREM 033/WP BRIGJEN TNI FACHRI IRUP PADA APEL GABUNGAN KEBANGSAAN TNI/POLRI DAN PEMDA SE KEPRI

Presentation1.jpgKorem 033/WP, Kamis, 27/10, Gubernur Kepri Dr. H. Nurdin Basirun & Danrem 033/WP Brigjen TNI Fachri  bertindak sebagai irup pada pelaksanaan apel gabungan TNI/Polri dan Pemda se Kepri di lapangan Pamedan Tanjungpinang. Apel Kebangsaan yang merupakan momentum bagi TNI, POLRI, dan Pemerintah Daerah Wilayah Kepulauan Riau untuk bersama-sama menyiapkan komitmen dan tindakan nyata dalam hal kesiapan kontijensi (contingency planning) di wilayah Kepri. Dalam sambutannya Gubernur Kepri Menyampaikan Perkembangan situasi nasional, khususnya wilayah Kepulauan Riau, tidak hanya dihadapkan pada penanganan konflik semata. Hal yang perlu mendapat perhatian ialah masalah pelanggaran perbatasan, masalah terorisme, masalah narkotika dan obat-obatan terlarang, human trafficking, hingga masalah bencana yang diakibatkan oleh alam. Fenomena alam di wilayah kepulauan secara geografis berpotensi terhadap timbulnya bencana alam, serta menjadi faktor pemicu ketidakstabilan keamanan. Salah satu contoh adalah keamanan laut atau wilayah perairan. Kedua faktor tersebut dapat menjadi ancaman yang menimbulkan krisis, dan jika tidak diantisipasi akan menjadi kontijensi yaitu peristiwa atau perubahan yang tidak diinginkan terjadi, karena dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang cukup besar. Kondisi inilah yang menuntut adanya kesiapan kontijensi antara TNI, POLRI, dan Pemerintah Daerah Wilayah Kepulauan Riau. Tujuannya adalah agar kita mampu memelihara dan meningkatkan kesiapan dan kesiagaan secara terkoordinasi dan terpadu dalam menghadapi setiap kemungkinan kontijensi yang akan timbul. Disinilah dibutuhkan KONEKTIVITAS HATI antar pihak untuk saling mengisi dan berkolaborasi. Masing-masing unsur mempunyai tugas, tanggung jawab, serta rencana strategis untuk menghadapi kontijensi yang diperkirakan akan terjadi. Kata kunci dalam apel ini adalah KONTIJENSI. Kesiapan kontijensi diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi. Keadaan kontijensi ini merupakan situasi yang diperkirakan akan segera terjadi, mungkin juga tidak akan terjadi. Untuk itulah diperlukan kerjasama, kolaborasi dan keterlibatan lintas sektor sebagai bentuk antisipasi yang cepat tanggap serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Wilayah Kepulauan Riau yang didominasi oleh laut, memiliki banyak pulau-pulau. Ada yang berpenghuni dan ada juga yang tidak berpenghuni. Sebagian dari pulau-pulau tersebut berada di garis terdepan perbatasan wilayah NKRI. Selain ancaman faktor alam, disana juga rentan terhadap ancaman batas wilayah, pencurian potensi perikanan dan kelautan, serta keutuhan NKRI. Segala perencanaan dan pelaksanaan di lapangan tidak luput dari beberapa keterbatasan. Dari segi geografis, Wilayah Kepulauan Riau jelas berbeda dengan wilayah kontinental lain di Indonesia. Namun, keterbatasan yang ada mari kita jadikan sebagai tantangan yang melecut semangat kita untuk dapat berbuat maksimal bagi masyarakat.(Penrem 033/WP).

Iklan

Komentar ditutup.