Kasi Pers Korem 033/WP Kol Inf Budhi Utomo, S.I.P. Membacakan Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan 

Presentation1.jpgKorem 033/WP, Jumat, 22/12,  Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017, Peran perempuan Indonesia menjadi bagian tidak terpisahkan dalam perjuangan bangsa meraih kemerdekaan. Keterlibannya dibuktikan melalui Konggres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta yang telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia, papar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise dalam amanatnya yang dibacakankan Kasi Pers Kolonel Inf Budi Utomo Sip pada Upacara Peringatan Hari Ibu Ke-89 Tahun 2017, di lapangan Upacara Makorem 033/WP Jl. Sei Timun Senggarang KM 14 Tanjungpinang .

Lebih lanjut dikatakan bahwa hakikat peringatan Hari Ibu setiap tahunnya untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Dalam amanatnya yang lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menyampaikan bahwa PHI diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Selain itu juga dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup pemenuhan hak dan kemajuan perempuan. Disisi lain juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya.

Perempuan dan laki-laki juga mempunyai kesempatan, akses serta peluang yang sama, sebagai sumber daya pembangunan sebagaimana target yang harus dicapai dalam tujuan pembangunan nasional jangka menengah dan jangka panjang maupun tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan sampai tahun 2030. Atas dasar inilah, phi ke-89 tahun 2017 mengangkat tema ”perempuan berdaya, indonesia jaya”,  dan sub tema :

Pertama, meningkatkan akses ekonomi bagi perempuan menuju perempuan mandiri, sejahtera dan bebas dari kekerasan; dan

Kedua, peningkatan ketahanan keluarga untuk mewujudkan keluarga yang kuat dalam berbagai bidang (kesehatan, ekonomi, pendidikan, kehidupan keluarga, kehidupan bermasyarakat dan kuat dalam menyikapi perbedaan budaya).”.(Penrem 033/WP).

Iklan

Komentar ditutup.