Kasiter Korem 033/WP Kol Inf Parluhutan Marpaung Membacakan Amanat KASAD

Presentation1.jpgKorem 033/WP, Senin, 19/02, Bertempat di lapangan Markas Korem 033/Wira Pratama diselenggarakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih bulan Pebruari tahun 2018. Inspektur Upacara Kasiter Korem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Parluhutan Marpaung dan diikuti oleh seluruh prajurit TNI dan PNS jajaran Korem 033Wira Pratama, sedangkan petugas upacara lainnya sebagai Komandan Upacara Kapten Inf Uldeka, upacara yang dilaksanakan dengan hidmat tersebut Inspektur Upacara Kasiter Rem 033/WP membacakan amanat KASAD yang menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tinginya atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan oleh seluruh prajurit dan PNS Angkatan Darat. Lebih lanjut KASAD manyampaikan tentang Pokok-pokok kebijakan yang juga telah dijabarkan secara lebih teknis pada forum Rapat Kerja Teknis tiap-tiap bidang tersebut, hendaknya dijadikan pedoman dan segera diimplementasikan dalam pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran di seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat. Secara khusus, dalam pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran tahun ini, saya minta agar kita semua memiliki kebulatan tekad, untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja, serta pengelolaan anggaran, agar dapat meraih kembali penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

Terkait hal tersebut, perlu digarisbawahi dalam pemahaman kita bahwa opini WTP bukanlah wujud capaian prestasi kinerja, melainkan sebagai norma yang wajib dipenuhi oleh kita dalam mempertanggungjawabkan pelaksanaan program kerja dan anggaran kepada rakyat dan pemerintah secara transparan dan akuntabel.

Pada aspek kinerja, kita memikul tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan untuk menjaga kepercayaan tertinggi yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada kita pada tahun sebelumnya. Hal ini tentu saja menuntut kita semua untuk senantiasa menjaga dan terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kita kepada masyarakat, Bangsa dan Negara dalam segala bidang, sambil memperbaiki berbagai kekurangan yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Agar mampu mewujudkan itu semua, hal terpenting yang harus kita lakukan adalah mau dan mampu melaksanakan evaluasi internal baik secara pribadi maupun organisasi, melihat berbagai kekeliruan yang telah kita lakukan dan kemudian bertekad memperbaikinya pada Tahun Anggaran 2018 ini.

Pada konteks pelaksanaan tugas, saya perlu mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan pada tanggal 15 Februari rangkaian kegiatan dalam rangka Pilkada Serentak telah memasuki masa kampanye di 17 Provinsi, 39 Kota dan 113 Kabupaten. Pada situasi seperti ini, potensi kerawanan sosial ditengah-tengah masyarakat terasa semakin membesar. Pihak-pihak yang memiliki kepentingan akan terus berupaya melakukan segala hal untuk mendapatkan keuntungan dari kondisi sosial yang terjadi.

Beberapa waktu belakangan, kita membaca, mendengar dan melihat berita di media massa tentang terjadinya pemukulan dan penganiayaan terhadap kyai dan ulama di beberapa wilayah, serta penyerangan terhadap gereja di Yogyakarta. Sebagai personel TNI AD yang sekaligus insan intelijen kita tentu memiliki naluri untuk menilai bahwa rangkaian peristiwa itu tidak terjadi begitu saja secara kebetulan, melainkan terencana secara sistematis dan memiliki tujuan tertentu.

Oleh karenanya, sebagai alat Negara kita harus benar-benar cermat dalam mengamati dinamika sosial yang terjadi, bangkitkan kembali kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat terhadap gejala-gejala yang sedang terjadi. Selanjutnya bangun kerjasama yang sinergis dengan Kepolisian maupun aparat pemerintahan yang lain agar mampu mengantisipasi setiap potensi kerawanan yang mungkin timbul, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan secara tepat.

Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengingatkan kembali bahwa ditengah sangat pesatnya perkembangan teknologi informasi yang terjadi pada dekade terakhir ini, kehidupan sosial politik dan demokrasi juga semakin dipengaruhi oleh penggunaan perangkat teknologi yang sudah tidak bisa lagi dipisahkan dari kehidupan manusia. Hasil Pemilu terakhir Amerika Serikat yang dipengaruhi oleh aktivitas sosial media menjadi bukti kuat betapa semakin dominannya pengaruh teknologi informasi terhadap cara berfikir, bersikap dan bertindak masyarakat. Demikian pula dengan Pilkada DKI tahun lalu yang hingga saat ini masih belum hilang dampaknya dalam kehidupan kita.

Oleh karenanya, saya perintahkan agar seluruh prajurit dan PNS serta keluarga besar TNI AD agar lebih bijak menggunakan sosial media. Kita harus mampu mengambil bagian dalam upaya membangun ketahanan informasi dan mengikis kebiasaan penggunaan sosial media untuk menyebar berita negatif bermuatan SARA dan ujaran-ujaran kebencian yang mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa. Jangan sampai kita sebagai penjaga kedaulatan NKRI, justru menjadi bagian dari perkembangan negatif dunia informasi yang berpotensi menghancurkan persatuan dan kesatuan Bangsa.

Saya tekankan kepada seluruh personel TNI AD, agar memahami dan mempedomani prinsip loyalitas tegak lurus ke atas secara hierarkis, dengan mengikuti dan menaati semua arahan yang diberikan unsur pimpinan di satuan masing-masing secara bertanggungjawab. Khusus terkait dengan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018 ini, seluruh Kotama agar segera menindaklanjuti perintah saya pada awal tahun untuk membentuk tim pengawas netralitas TNI AD dengan memanfaatkan personil Intelijen masing-masing.

Secara institusi Presiden dan Panglima TNI juga telah memerintahkan kepada Pangkotama agar melaporkan setiap perkembangan situasi, rencana penggelaran pasukan dan hasil pemetaan kerawanan konflik secara periodik maupun insidential. Saya minta hal ini agar dilaksanakan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab. Selain itu, saya perintahkan agar seluruh satuan TNI AD mendukung tugas Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah, dengan mempedomani MoU yang telah ditandatangani oleh Panglima TNI dan Kapolri beberapa waktu lalu.

Sebelum mengakhiri amanat ini, saya akan sampaikan Perintah Harian Panglima TNI yang harus dipedomani oleh kita semua.

Pertama, mantapkan dan tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, sikapi secara cerdas perkembangan lingkungan strategis, upaya adu domba, provokasi, penyalahgunaan media sosial dan serangan siber dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ketiga, tingkatkan kualitas kinerja prajurit, kembangkan budaya belajar dan berlatih dengan dilandasi disiplin, dedikasi dan semangat kerja menuju TNI yang militan, loyal dan profesional.

Keempat, berikan darmabakti terbaik dalam melaksanakan tugas dan jadikan sebagai ladang ibadah dengan mematuhi aturan hukum serta hindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat menurunkan citra TNI.

Kelima, laksanakan pengelolaan anggaran/ keuangan secara proporsional dengan mengutamakan prinsip transparansi dan akuntabel sesuai aturan perundang-undangan untuk meningkatkan profesionalisme TNI dan kesejahteraan prajurit.

Keenam, mantapkan soliditas dan sinergitas internal TNI dengan komponen Bangsa lainnya dalam pengabdian kepada Bangsa dan Negara.

Ketujuh, pegang teguh komitmen netralitas dan jati diri TNI dengan tidak terlibat politik praktis serta tingkatkan kemanunggalan dengan rakyat.(Penrem033wp).

 

 

Presentation1.jpg

Iklan

Komentar ditutup.